Rabu, 12 Oktober 2011

Penigkatan Profesionalisme PNS

Profesionalisme PNS merupakan hal yang masih perlu ditingkatkan. Kita tahu bahwa sekarang ini banyak sekali PNS-PNS yang tidak professional. Contoh yang paling gampang dalam hal kasus korupsi. Semua lembaga pemerintahan tersangkut kasus korupsi, bahkan KPK sendiri yang didaulat sebagai pemberantas korupsi di Indonesia disinyalir juga terjadi korupsi. Hal ini membuktikan bahwa profesionalisme PNS di Indonesia masih jauh dari harapan.

Jumlah PNS Indonesia saat ini ada sekitar 4,5 juta orang atau sekitar 2% dari jumlah penduduk. Jika dibandingkan dengan negara lain yang lebih maju seperti Negara Singapura yang memiliki jumlah pegawai negeri sekitar 3,7%, rasio jumlah pegawai Indonesia lebih sedikit. Tapi apakah dengan menambah jumlah pegawai juga akan menambah profesionalisme pegawai? Ternyata tidak! Masih banyak yang harus dibenahi dari sekedar menambah jumlah pegawai yaitu kualitas pegawainya sendiri.

Yang dimaksud kualitas disini bukan hanya meningkatkan pendidikan dari pegawainya saja, tetapi juga moral dan tanggungjawab pegawai. Kalau hanya pendidikan saja yang ditingkatkan, itu tidak akan menjamin meningkatnya profesionalitas secara signifikan. Contohnya di departemen keuangan banyak beasiswa melanjutkan sekolah keluar negeri. Tapi hasilnya tetap sama masih banyak terjadi korupsi di departemen keuangan. Ini membuktikan bahwa pendidikan saja tidak cukup untuk meningkatkan profesionalitas. Penting juga adanya pembentukan moral sehingga bias mencetak pegawai yang jujur dan menjunjung profesionalitas.

Profesionalisme PNS mulai dibenahi dengan rekruitmen PNS yang bersih dan transparan. Anak-anak muda sekarang ini mulai banyak yang tertarik masuk PNS. Jika dulu lulusan terbaik negeri ini banyak keperusahaan asing dan swasta, sekarang mulai berubah. Tidak hanya BUMN saja yang diminati, tetapi PNS di pusat maupun daerah juga banyak peminatnya. Dan nyatanya banyak anak muda yang diterima.

Beberapa waktu lalu, Wapres Budiono mengunjungi Singapura dan tertarik dengan sistem rekruitmennya. Teo Chee Hean yang menjabat sebagai menteri pertahanan dan pejabat yang membawahi pengelolaan birokrasi di Singapura mengatakan bahwa Singapura dikenal sebagai negara yang melakukan pola rekruitmen yang sangat terbuka. Yakni, bisa merekrut pegawai swasta untuk dijadikan PNS tanpa melalui jenjang karir dari bawah. Sebaliknya, para pegawai pemerintahan juga bias dipekerjakan sementara oleh swasta, lantas bias kembali lagi menjadi PNS. Tentu jika kita bias melakukan hal seperti ini sebuah kemajuan berarti untuk memutuskan rantai kebobrokan PNS Indonesia selama ini.